KONSERVASI KAWASAN PESISIR DI DESA PULAU KAMPAI KECAMATAN PANGKALAN SUSU KABUPATEN LANGKAT MELALUI PENANAMAN POHON MANGROVE

Authors

  • Fitra Syawal Harahap Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu
  • Hilwa Walida Program studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu.
  • Badrul Ainy Dalimunthe Program studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu.
  • Asnan Siregar Program studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Labuhanbatu
  • Rini Susanti Program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Ida Zulfida Program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia
  • Laila Nazirah Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh
  • Abdul Rauf Program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara
  • Zuriani Ritonga Program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Labuhanbatu
  • Rahmawaty Rahmawaty Program Studi Manajemen Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.
  • Ida Rumia Manurung Program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret

Keywords:

Coastal Conservation, mangrove forest, tree planting.

Abstract

Dalam penanggulangan dan pencegahan kerusakan ekosistem hutan dan lahan pertanian, keterlibatan para pihak sangat diperlukan, baik dari sejak perencanaan hingga implementasi kegiatan. Keterlibatan masyarakat dalam merealisasikan teknologi pemanfaatan lahan pada setiap kegiatan sosial-ekonominya sangat penting dengan prinsip dasar pada perbaikan kapasitas penyerapan (infiltrasi) dan kapasistas penyimpanan tanah terhadap air (memperbesar daya jerap dan daya simpan tanah terhadap air). Teknologi pemanfaatan lahan, seperti penanaman pohon, manajemen tanah dan pemupukan merupakan rentetan teknologi pengelolaan DAS yang penting dan memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat. Adapun metode kegiatan yang diterapkan dalam kegiatan ini menggunakan metode, ceramah, diskusi, simulasi, dan penyuluhan. Sasaran dari kegiatan ini yaitu kelompok tani pulau kampai, Anak-anak sekolah, dan masyarakat sekitar pantai. Berbekal informasi inilah, kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dilakukan untuk lebih memberikan wawasan pada masyarakat di Desa Pulau Kampai tentang pemgelolaan hutan mangrove melalui penanaman pohon-pohon mangrove dan manajemen tanah dan pemupukan. Dari hasil kegiatan tersebut, penanaman pohon mangrove berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan, hal ini terlihat jumlah pohon mangrove yang 500 batang 1 bulan setelah selesai kegiatan terlihat tumbuh dengan baik. Disamping itu juga masyarakat terlihat sangat antusias dalam menjaga lingkungan setelah kegiatan selesai.

References

Adam dan Putri, A. (2018). Penanaman Mangrove Untuk Konservasi Pantai Tanjung Sengkuang. Minda Baharu, 2(2), 123-131.

Ahmad, D.N. (2017). Penyuluhan dan Pelatihan Upaya Pencegahan Abrasi Pantai Pada Masyarakat Muara Gembong Bekasi. Jurnal Panrita Abdi, 1(2): 90-96.

Fitria, L., Fitrianingsih, Y., dan Jumiati (2020). Penerapan Teknologi Penanaman Mangrove Di Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Jurnal Panrita Abdi-Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 4(2), 126-135.

Kongkeaw, C., Kittitornkool, J., Vandergeest, P., and Kittiwatanawong, K. (2019). Explaining success in community based mangrove management: Four coastal communities along the Andaman Sea, Thailand. Ocean & Coastal Management, 178, 1-8

Kristian, A., dan Oktorie (2018). Study of Coastal Mangrove Conservation in the World. Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education, 2(1), 49-52.

Ledheng, L. dan Yustiningsih, M. (2018). Penanaman mangrove di perairan pantai Tanjung Bastian. Bakti Cendana, 1(1), 25-31.

Mulyadi, E., dan Fitriani, N., 2010. Konservasi hutan mangrove sebagai ekowisata. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1), 11-18.

Nur, M., Nasruddin, Wasiq, J., dan Sumariyah (2013). Penerapan teknologi plasma untuk mempercepat persemaian mangrove sebagai upaya rehabilitasi green belt untuk mengatasi abrasi. Jurnal Riptek, 7(1), 15-26.

Pratiwi, A. D. (2017). Pemberdayaan Masyarakat RW 12 Dalam Kegiatan Penghijauan Lingkungan di Kavling Mandiri Kelurahan Sei Pelunggut. Jurnal Minda Baharu, 1(1): 25-32

Published

2021-07-18