PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI BACA TULIS ANAK-ANAK DI PERUMAHAN EDOFA GARDENIA DENGAN METODE BERCERITA
Keywords:
literacy, storytelling, childrenAbstract
Di abad 21, keterampilan literasi sangat penting untuk mengembangkan kemampuan analitis, evaluasi dan berpikir kritis. Literasi baca tulis terdiri atas dua kegiatan yaitu kegiatan membaca dan menulis. Di Perumahan Edofa Gardenia banyak anak yang mengisi waktu luang dengan bermain dan melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat dikarenakan para orang tua sibuk bekerja sehingga anak-anak kurang dalam pengawasan. Selain itu, anak SD di Perumahan Edofa Gardenia masih banyak yang belum mampu untuk literasi baca tulis. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi baca tulis pada anak di Perumahan Edofa Gardenia dengan menggunakan metode storytelling. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan dengan menggunakan metode storytelling. Peserta kegiatan dalam pengabdian ini adalah anak-anak dari usia 5-11 tahun yang berjumlah 30 orang anak. Adapun kegiatan dilakukan selama 2 bulan yaitu dari bulan Agustus – September tahun 2024. Tahap pelaksanaan kegiatan ini dari tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir dengan melakukan evaluasi. Dari hasil pelatihan diperoleh ada peningkatan anak dalam kemampuan literasi baca tulis dengan menggunakan metode storytelling dimana membawa perubahan dalam kemampuan verbal, kreativitas dan pemikiran kritis dalam mengkontribusikan ide-ide serta imajinasi.References
Abidin, Y. (2015). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi membaca dan menulis. Bandung: Rizqi Press.
Chadijah, S. (2024). Upaya meningkatkan literasi anak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan metode bercerita. Jurnal Al-Amar JAA, 5(1), 104-117.
Gemelly, R., & Hasannah, U. (2019). Efektifitas metode mendongeng dalam meningkatkan kemampuan literasi dini anak prasekolah. Psikoborneo Jurnal Ilmiah Psikologi, 7(3), 360-368.
Hurlock, E. B. (1998). Perkembangan anak jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, E. B. (2013). Perkembangan anak. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Gerakan Literasi Nasional. Jakarta: Kemendikbud.
Kristiana, A., Wahyuni, T., & Wiratsih, W. (2024). Pelatihan penulisan kreatif dengan Gagasmedia bagi komunitas Sunmor Book Club Jogja. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 186-192.
Kusuma, N. W. (2022, Oktober 15). Mengapa tingkat literasi di kalangan remaja Indonesia masih rendah? Kompasiana,
Musfiroh, T. (2008). Memilih, menyusun, dan menyajikan cerita untuk anak usia dini. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Pradana, P.H., Djamali, F., Khoiriyah, A.N. (2024). Implementasi Mendongeng dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Potensia, 9(1), 99-108
Shobiyyah, D., Aritonang, M. L., Rohana Atun, M., Fitri, C. A., & Marpaung, J. (2025). Pengembangan high order thinking skill melalui menulis kreatif berbasis masalah dalam meningkatkan literasi baca tulis remaja Tanjung Gundap. Jurnal Minda Baharu, 9(1), 118-128.
Sinaga, J. B., Manurung, S., & Marpaung, J. (2022). Pendampingan pembelajaran Bahasa Inggris melalui bimbingan belajar untuk anak SD di Sagulung. Jurnal Minda Baharu, 6(2), 215-224.
Slavin, R. E. (2016). Educational psychology: Theory and practice. Boston: Pearson.
Soebadi, A. (2013). Perkembangan Literasi Anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perkembangan-literasi-anak
Suyanto, B. (2005). Metode bercerita untuk anak usia dini. Jakarta: Prenada Media.
Taylor, G. R., & MacKenney, L. (2008). Improving human learning in the classroom: Theories and teaching practices. Lanham: Rowman & Littlefield Education.
Wardiah, D. (2017). Peran storytelling dalam meningkatkan kemampuan menulis, minat membaca dan kecerdasan emosional siswa. Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan, 15(2), 42-56.
Witari, N. N. (2022). Pengembangan pembelajaran literasi baca tulis pada siswa kelas III Sekolah Dasar. Mimbar Pendidikan Indonesia, 3(2), 179-187