PENGEMBANGAN KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI PENDIDIKAN MANGROVE: PENDEKATAN BERBASIS MASYARAKAT UNTUK KONSERVASI PESISIR PADA ANAK-ANAK DI KAMPUNG KAYU ARA PERMAI

Authors

  • Khaidir Khaidir Mangrove Officer Siak Pelalawan Landscape Program (Profirest & Diameter)
  • Miswadi Miswadi 1.Mangrove Research Institute, Perumahan OPV, Jalan Sekuntum Raya Blok Orchid No 3 Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Riau, Indonesia 2.Doctor of Environmental Science, Postgraduate Program, Universitas Riau
  • Eko Prianto Mangrove Research Institute, Perumahan OPV, Jalan Sekuntum Raya Blok Orchid No 3 Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Riau, Indonesia. Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, Riau University, Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru 28293 – Indonesia, +62 761 63266
  • Riska Fatmawati Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau, Indonesia
  • Yossi Oktorini Mangrove Research Institute, Perumahan OPV, Jalan Sekuntum Raya Blok Orchid No 3 Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Riau, Indonesia Department of Forestry, Faculty of Agricultural, Universitas Riau, Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru 28293 – Indonesia, +62 761 63266
  • Ramses Ramses Study Program of Biology Education, Universitas Kepulauan Riau, Jl. Pahlawan No.99, Bukit Tempayan, Kec. Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau 29425, Indonesia
  • Nofrizal Nofrizal Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau, Indonesia
  • Romie Jhonnerie Mangrove Research Institute, Perumahan OPV, Jalan Sekuntum Raya Blok Orchid No 3 Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru, Riau, Indonesia Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau, Indonesia

Abstract

Degradasi ekosistem mangrove dan rendahnya kesadaran lingkungan generasi muda menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan kawasan pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan konservasi mangrove berbasis komunitas melalui program Sekolah Alam Mangrove Sungai Bersejarah (MSB) di Kampung Kayu Ara Permai, Kabupaten Siak, Riau. Program menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif dengan desain aksi partisipatif yang melibatkan 73 anak berusia 5-15 tahun selama periode Mei 2024 hingga Februari 2025. Metodologi pembelajaran menerapkan experiential learning yang mengintegrasikan eksplorasi langsung ekosistem mangrove, nilai-nilai kearifan lokal Melayu, dan kolaborasi multipihak dalam pola pentahelix. Program dilaksanakan melalui 30 pertemuan mingguan dengan lima tahapan: persiapan, edukasi dasar, pengembangan keterampilan, penguatan karakter, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif (kemampuan mengidentifikasi lebih dari 20 spesies mangrove), afektif (tumbuhnya kesadaran dan sikap peduli lingkungan berbasis nilai budaya lokal), dan psikomotorik (penguasaan keterampilan konservasi dasar seperti pembibitan dan penanaman mangrove). Partisipasi peserta meningkat dari 3 anak pada pertemuan pertama menjadi 35 anak pada puncak program, menunjukkan efektivitas pendekatan yang digunakan. Model pendidikan ini berhasil membentuk kader konservasi muda yang memiliki pengetahuan komprehensif, kesadaran lingkungan, dan keterampilan praktis dalam menjaga ekosistem mangrove. Keberhasilan program didukung oleh integrasi kearifan lokal dan kolaborasi aktif berbagai pemangku kepentingan, menawarkan model alternatif pendidikan lingkungan yang dapat direplikasi untuk konservasi mangrove berbasis masyarakat di wilayah pesisir lainnya.

References

Ardoin, N. M., & Bowers, A. W. (2020). Early childhood environmental education: A systematic review of the research literature. Educational Research Review, 31, 100353. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2020.100353

Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biological Conservation, 241, 108224. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224

Bywater, K. (2014). Investigating the benefits of participatory action research for environmental education. Policy Futures in Education, 12(7), 920–932. https://doi.org/10.2304/pfie.2014.12.7.920

Chawla, L., & Cushing, D. F. (2007). Education for strategic environmental behavior. Environmental Education Research, 13(4), 437–452. https://doi.org/10.1080/13504620701581539

Efriyeldi, E., & Amin, B. (2022). The community structure and diversity of Sungai Bersejarah mangrove in Sungai Apit District, Siak Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1118, 012043. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1118/1/012043

Efriyeldi, E., Amin, B., & Hersa, T. (2021). Production of Rhizophora mangrove leaf litter in the Sungai Bersejarah mangrove ecosystem, Siak Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 934, 012073. https://doi.org/10.1088/1755-1315/934/1/012073

Güler Yıldız, T., Öztürk, N., İlhan İyi, T., Aşkar, N., Banko Bal, Ç., Karabekmez, S., & Höl, Ş. (2021). Education for sustainability in early childhood education: A systematic review. Environmental Education Research, 27(6), 796–820. https://doi.org/10.1080/13504622.2021.1896680

Gusriani, R., Rif'at, M., & Munsyi, M. (2025). Manajemen nilai spiritual dan konservasi lingkungan menggunakan wireless sensor networks dalam penerapan moderasi beragama pada kearifan lokal Dayak Meratus. Technologia: Jurnal Ilmiah, 16(1), 119. https://doi.org/10.31602/tji.v16i1.17248

Kamaludin, M., Azlina, A. A., Wan Ibrahim, W. N., & Mat Alipiah, R. (2021). Effectiveness of a conservation education program among school students on the importance of mangrove ecosystems in Setiu Wetlands, Malaysia. Applied Environmental Education & Communication, 21(2), 146–159. https://doi.org/10.1080/1533015X.2021.1936298

Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs, NJ, USA: Prentice Hall.

Noor, Y. R., Khazali, M., & Suryadiputra, I. N. N. (1999). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Bogor, Indonesia: PHKA/WI-IP.

Siwolo, A. B., Prianto, E., & Adriman, A. (2024). Identifikasi jenis dan kelimpahan sampah laut pada kawasan ekowisata mangrove Sungai Bersejarah di Desa Kayu Ara Permai Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak. South East Asian Water Resources Management, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.61761/seawarm.2.1.1-12

Sunari, R., & Nurhayati, S. (2023). Community environmental education through a local knowledge-based learning program on plastic waste management. Journal on Education, 05(4), 13093–13099. http://jonedu.org/index.php/joe

Tagulao, K. A., Bernardo, A. B. I., Kei, L. H., & Calheiros, C. S. C. (2022). Mangrove conservation in Macao SAR, China: The role of environmental education among school students. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(6), 3147. https://doi.org/10.3390/ijerph19063147

Thamrin, H. (2014). Revitalisasi kearifan lokal Melayu dalam menjaga harmonisasi lingkungan hidup. Toleransi: Media Komunikasi Umat Beragama, 6(1), 90.

Williams, C., & Chawla, L. (2015). Environmental identity formation in nonformal environmental education programs. Environmental Education Research, 22, 1–24. https://doi.org/10.1080/13504622.2015.1055553

Yanti, R. N., Amadi, M. R. E., Ariyanto, A., & Rahayu, R. (2023). Penanaman mangrove di Sungai Bersejarah Kecamatan Kayu Apit Kabupaten Siak. Harmoni Masyarakat, 1(1), 64–68.

Zulkifli, A., Sari, F. M., & Prihati. (2021). Pendampingan masyarakat ekowisata mangrove Sungai Bersejarah (MSB) Kayu Ara Permai melalui kebijakan padat karya di masa pandemi Covid-19. Community Empowerment, 6(1), 71–80.

Zulkifli, A., Sari, F. M., Prihati, & Rianita, D. (2022). Nilai-nilai budaya Melayu Riau pada kebijakan mitigasi perubahan iklim. International Journal of Demos, 4(3).

Published

2025-12-29