ACEH DAN PERDAGANGAN DI SELAT MALAKA
Keywords:
Aceh, Perdagangan, Selat MalakaAbstract
Aceh merupakan sebuah daerah yang telah menjadi maestro perdagangan pada masa niaga di kawasan Nusantara dan Asia Tenggara. Perdagangan yang menjadi jiwa pada masa lampau telah membawa Aceh kepada masa kejayaan dan keemasannya. Penelitian ini menggunakan metode historis yang terdiri dari empat tahapan yakni, Heuristik ( Pengumpulan sumber/Data), Verifikasi ( Kritik Sumber), Interpretasi dan Historiografi. Selat Malaka telah lama menjadi sebuah pionir dalam jalur perdagangan dunia. Selat Malaka merupakan sebuah jalur yang sangat strategis karena menjadi penghubung antara para pedagang yang hendak atau dari Asia Tenggara menuju kawasan lain seperti India, Timur Tengah, Cina, bahkan Eropa sekalipun. Wilayah Aceh sendiri sudah lama dikenal sejak dahulu kala sebagai tempat perdagangan dikawasan Selat Malaka. Perkenalan dengan Aceh tersebut merupakan sebuah hubungan dagang yang memperlihatkan bagaimana peran terkenalnya nama Aceh terutama dikalangan para pedagang-pedagang, bukan hanya dikalangan para pedagang yang berasal dari Timur Tengah, namun juga pedagang yang berasal dari Cina, India atau bahkan Eropa.
References
Hadi, Amirul. 2010. Aceh Sejarah, Budaya, dan Tradisi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor
Hamid, Abd Rahman. 2013. Sejarah Maritim Indonesia. Yogyakarta : Penerbit Ombak
Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta : Ghalia Indonesia
Lombard, Denys. 1991. Kerajaan Aceh, Zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Jakarta : Balai Pustaka
Reid, Anthony. 2011 Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga, Jilid 1: Tanah dibawah Angin. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor
Reid, Anthony. 2011. Asia Tenggara Dalam kurun Niaga, jilid 2: Jaringan Perdagangan Global. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia
Reid, Anthony. 2011. Menuju Sejarah Sumatera antara Indonesia dan Dunia. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor
Reid, Anthony. 2015. Asal Mula Konflik Aceh, Dari Perebutan Pantai Timur Sumatera hingga Akhir Kerajaan Aceh Abad ke 19. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor