INSIDEN PENEMBAKAN WNI DI MALAYSIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM HUKUM INTERNASIONAL
Keywords:
Warga Negara Indonesia, Negara, Hukum InternasionalAbstract
Penelitian ini menganalisis efektivitas respons diplomatik Indonesia terhadap insiden penembakan Warga Negara Indonesia (WNI) oleh aparat keamanan Malaysia di Selangor, yang dipandang sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam hukum internasional. Tujuan utama kajian adalah untuk menilai bentuk pertanggungjawaban yang dapat dikenakan kepada Malaysia serta menelaah fungsi diplomasi sebagai instrumen penyelesaian sengketa antarnegara. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji sumber hukum internasional, dokumen resmi, dan data sekunder lainnya. Temuan menunjukkan bahwa Indonesia telah menempuh jalur diplomatik melalui penyampaian nota protes, pemberian pendampingan hukum oleh KBRI, serta intensifikasi komunikasi bilateral. Namun demikian, tanggapan Malaysia cenderung bersifat formalistik tanpa mencerminkan komitmen substantif terhadap prinsip akuntabilitas hukum. Kondisi ini menimbulkan implikasi negatif terhadap perlindungan HAM, kepercayaan publik, dan hubungan bilateral. Sebaliknya, respons yang lebih kooperatif dari Malaysia berpotensi memperkuat hubungan diplomatik dan menjamin perlindungan bagi pekerja migran. Studi ini menegaskan keterbatasan mekanisme diplomasi bilateral dalam menuntut akuntabilitas negara, serta pentingnya penguatan kerangka kerja sama internasional dalam penegakan HAM lintas batas negara.References
Buku
Pugu, Melyana R. Diplomasi Dan Negosiasi. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia, 2024.
Ali, Zainuddin. Metode Penelitian Hukum, Jakarta: Sinar Grafika. Indonesia, 2010.
Jurnal Penelitian
Anam, Muhammad Zahrul, Ahmad Nubail Munir, and Radiva Rusyda Hidayat. “Muhammadiyah Diaspora Diplomacy in Protecting Indonesian Migrant Workers in Malaysia.” Jurnal Hubungan Internasional 11, no. 1 (2022): 1–18. https://doi.org/10.18196/jhi.v11i1.12533.
Arifin, Ridwan, Riska Alkadri, Robert Brian Smith, Nucharee Nuchkoom Smith, and Wahyudin. “Indonesia’s New Penal Code: Harmonizing with Global Justice or Defying International Norms?” Lex Scientia Law ReviewR 8, no. 1 (2024): 561–94. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/lslr.v8i1.14271.
Aulia, Marzuqoh, and Nur Azizah. “Strategi KBRI Kuala Lumpur Dalam Perlindungan Kewarganegaraan: Studi WNI Tidak Berdokumen Di Malaysia Tahun 2022–2023.” Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 7, no. 1 (2024): 108–21. https://doi.org/https://doi.org/10.37329/ganaya.v7i1.2984.
Azis, Aswin Ariyanto, Firstyarinda Valentina Indraswari, Annisa Ridhatul Khatimah, and A. Qalbi Faathimah Azzahra. “Indonesia’s Approach towards Myanmar’s Crisis: Understanding the Different Perspectives of the Democracy Process in Indonesia and Myanmar and the Role of the Military.” Jurnal Hubungan Internasional 12, no. 1 (2023): 63–75. https://doi.org/10.18196/jhi.v12i1.17997.
Gunawan, Yordan, Muhammad Arya Ansar, and Siti Asdilla Dzakiyyah. “Navigating the Waters of Conflict : Indonesia and Malaysia’s Maritime Boundary Dispute in the Sulawesi Sea and Malacca Straits.” JALREV: Jambura :Aw Review 7, no. 1 (2025): 152–75. https://doi.org/https://doi.org/10.33756/jlr.v7i1.24367.
Hosnah, Asmak Ul, Norhasliza binti Ghapa, Henny Nuraeny, Sapto Handoyo Djarkasih Putro, and Lilik Prihatini. “Comparison of Malaysian and Indonesian Whistleblower Legal Protection as a Tool for Criminalization Elimination.” Jurnal Media Hukum 32, no. 1 (2025): 114–33. https://doi.org/https://doi.org/10.18196/jmh.v32i1.24751.
Maulana, Zain, and Husni Amriyanto Putra. “The Reform and Evolution of ASEAN Human Rights Regime: A Communicative Action Perspective.” JAS: Journal of ASEAN Studies 12, no. 1 (2024): 185–207. https://doi.org/10.21512/jas.v12i1.9668.
Sari, Pika, Toto Yanuarto, Effendi Setyawan, and Bhim Prakoso. “Comparison of Legal in Granting the Rights of Retitution To Victims of Sexual Violence.” Pena Justisia: Media Komunikasi Dan Kajian Hukum 23, no. 2 (2024). https://doi.org/10.31941/pj.v23i2.4485.
Sauni, Herawan, Zico Junius Fernando, David Aprizon Putra, Saivol Virdaus, and Aris Hardinanto. “Beyond Borders: Shedding Light on Foreign Bribery through an Islamic Legal Lens.” Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 9, no. 2 (2024): 649–78. https://doi.org/https://doi.org/10.29240/jhi.v9i2.9752.
Sudrajat, Tedi, Baginda Khalid Hidayat Jati, and Chander Mohan Gupta. “Questioning Indonesia’s Role in Addressing Rohingya Refugees: A Legal, Humanitarian, and State Responsibility Perspective.” Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi 7, no. 1 (2024): 1–19. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v7i1.10506.
Sundrijo, Dwi Ardhanariswari, and Dhanny Safitri. “Migrant Labour Protection in Asean, in What Way Does ILO Matter?” Global: Jurnal Politik Internasional 25, no. 2 (2023): 94–114. https://doi.org/10.7454/global.v25i2.1313.
A. Skripsi
Prasetio, Indrianto. “Tinjauan Hukum Terhadap Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Asal Kabupaten Indramayu Berdasarkan Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2017.” Universitas Islam Sultan Agung, 2022. https://repository.unissula.ac.id/25758/.
B. Website
Rakhman, Qonita. “Penembakan WNI Di Malaysia Dinilai Termasuk Pelanggaran HAM.” metrotvnews.com, 2025. https://www.metrotvnews.com/read/N0BC9JXd-penembakan-wni-di-malaysia-dinilai-termasuk-pelanggaran-ham.
C. Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri