BENTUK KENAKALAN REMAJA SEBAGAI AKIBAT BROKEN HOME DAN IMPLIKASINYA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING
Abstract
Kenakalan remaja bukan saja merupakan tanggung jawab pihak sekolah ataupun orangtua tetapi juga merupakan tanggung jawab kedua belah pihak. Keluarga dapat menjadi penyebab maupun pencegah terjadinya kenakalan remaja, salah satunya adalah perceraian orang tua yang menandakan adanya kondisi broken home. kurangnya perhatian orangtua dapat berdampak negatif pada perilaku anak, yaitu kecenderungan munculnya perilaku yang menyimpang pada diri anak seperti perbuatan-perbuatan yang mengarah pada kenakalan. Metode dalam penelitian adalah kualitatif. Data diambil melalui observasi dan wawancara serta dilakukan validasi dengan teknik triangulasi. Selanjutnya data dianalisis dengan cara Reduksi Data, penyajian Data, Kesimpulan dan Verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk kenakalan anak (remaja) pasca perceraian orang tua diantaranya dugem (dunia gemerlap), bolos sekolah, menghisap lem, minum-minuman keras dan balap liar. Perilaku tersebut berawal dari perceraian orang tuanya yang mengakibatkan mereka frustasi, bingung, dan merasa terabaikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemberian layanan Bimbingan Konseling di SekolahReferences
Anwar Kamil. (2017). Konseling Induvidu pada Santri Broken home di Pondok Pesantren Bangun Jiwo Bantul. Studi Kasus pada Dua Orang Santri Broken home, Skripsi, Fakultas Dakwah dan Komunikjasi, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga
Erlina Harahap. (2016). Keharmonisan Keluarga dengan Motivasi Belajar Siswa dan Implikasinya Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling. Prosiding : Seminar Bimbingan dan Konseling. ISBN : 978-602-73537-1-8. Padang.
Purnaningsih, F. (2006). Dasar Motivasi Belajar Remaja yang Mengalami Broken home. Studi Kasus
Suprapti, Z. (2011). Mengatasi Kenakalan Remaja Pada Siswa Melalui Konseling Realita Di Sma Negeri 4 Pekalongan, Skripsi, (Semarang: Jurusan Bimbingan Dan Konseling Fakutas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang
Sofyan S. W (2010). Konseling Keluarga (Famuly Counseling), Bandung: Alfabeta
__________ (2005). Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta.