ANALISIS TINGKAT EMPATI MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING DAN IMPLIKASINYA DALAM PELAYANAN KONSELING

Authors

  • amallia putri Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang analisis tingkat empati mahasiswa pada program studi bimbingan dan konseling FKIP UNTAN Pontianak dan Implikasinya dalam pelayanan konseling. Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura berjumlah 90 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala empati yang disadur dari Interpersonal Reactivity Index (IRI) dengan jumlah 28 butir soal yang dikembangkan oleh Davis. Teknik analisis untuk mengolah data penelitian yang telah dikumpulkan dipergunakan rumus persentase correction. Simpulan dari penelitian ini menunjukan tingkat empati mahasiswa bimbingan konseling dalam kategori cukup tinggi dengan prosentase sebesar 73,62% dan empati memiliki implikasinya terhadap pelayanan konseling yang diberikan oleh konselor. Mahasiswa bimbingan dan konseling yang nantinya di proyeksikan akan menjadi konselor dituntut untuk dapat memiliki keterampilan berempati. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa bimbingan dan konseling untuk memelihara dan meningkatkan sikap empati

Author Biography

amallia putri, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura

Dosen Universitas Tanjungpura, jabatan Asisten Ahli

References

ABKIN. (2007). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta : Depdiknas.

Baron, R.A. dan Byrne, D. (2005). Psikologi sosial. Edisi kesepuluh: jilid 2. Jakarta: Erlangga

Corey, G. (2005). Teori Dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: Pt Refika Aditama

Davis, M.H. (1983). Measuring Individual Differences in Empathy. Journal of Personality and Social Psychology. 132 (2), 397-410.

Gladding. (2012). Konseling Profesi yang Menyeluruh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Handari. (2016). Empati Sebagai Pengembangan Seni Konseling Untuk Efektifitas Pelayanan Konseling.Lentera. 18 (1), 49-63.

Jones. (2011). Teori dan Praktik Konseling dan Terapi. Yogyakart: Pustaka Pelajar.

Konrath, S.H., O’brien, E.H., & Hsing, C. (2011). Changes in Dispositional Empathy in American College Students Over Time: A Meta-Analysis. Personality and Social Psychology Review. 15(2), 190-198.

Lubis, N.L. (2011). Memahami Dasar-dasar Konseling dalam Teori dan Praktik Jakarta: Kencana

Mudjijanti. (2012). Pengaruh Motivasi dan Sikap Empati Konselor Terhadap Keberhasilan Proses Konseling.Widya Warta, No 2 176-194.

Nelson, Richard. J. (2012). Pengantar Keterampilan Konseling, Edisi Ketiga (Alih bahasa Helly Prajitno Soetjipto, dan Sri Mulyantini Soetjipto). Ceetakan Pertama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Published

2022-07-07