EFEKTIFITAS KONSELING INTEGRATIF UNTUK MEREDUKSI PERILAKU AGRESIF PESERTA DIDIK DI MTsN 2 KOTA SAWAHLUNTO
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan konseling integratif dalam mereduksi perilaku agresif peserta didik MTsN 2 Kota Sawahlunto. Metodologi penelitian menggunakan metode eksperimen subyek tunggal (Single Subject Research) dengan desain A-B. Teknik pengumpulan data menggunakan skala perilaku agresif. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Setiap kondisi dan antar kondisi yang disajikan dalam bentuk table dan grafik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberi intervensi tingkat perilaku agresif peserta didik MTsN 2 Kota Sawahlunto berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi. Kemudian setelah diberi intervensi berupa konseling integratif tingkat perilaku agresifn mengalami penurunan. Jadi kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa konseling integratif efektif mereduksi perilaku agresif peserta didik MTsN 2 Kota SawahluntoReferences
Arif, M., Zulida, N., dan Tentawa. F. (2019). Bentuk-Bentuk Perilaku Agrsif pada Remaja. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan 08 Agustus, 2019, Hal. 299-304.
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.
Baranovic, D. (2013). Understanding and Caring For The Hurt Child, . Malaysia. Pearson Malaysia Sdn Bhd.
Corey, G. (2008). The Art of Integrative Counseling. Thomson Higher Education to Davis Drive Belmoat. CA 94002-3098-USA.
Corey, G. (2018). Teori dan Praktik Konseling dan Psikoterapi. Bandung. Refika Aditama.
Dini, F & Indrijati, H. (2014). Hubungan antara Kesepian dengan Perilaku Agresif pada Anak Didik di Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar. Universitas Airlangga. Vol. 3. No. 1/2014-04.
Hildayani, R. (2008). Penanganan Anak Bermasalah. Jakarta: Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional.
Khrahe, B. (2001). The Social Psychology of Aggression. Hove, East Sussex, BN32FA. By Psychology Press Ltd 27 Church Road.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Balai Pustaka, Jakarta.
Purnamasari P., Tiara D., Hanim & Marijo. (2019). konseling kelompok perspektif integrative (teknik dispute cognitive & teknik imageri) untuk mencegah upaya percobaan bunuh diri peserta didik berasrama di pesantren. jurnal selaras. Kajian Bimbingan dan Konseling Serta Psikologi Pendidikan Volume 2, Nomor 2, November 2019 (67 – 76), e-ISSN: 2621-0614/p-ISSN: 2621-0606.
Salmiati. (2015). Perilaku Agresif dan Penanganannya (studi kasus pada peserta didik SMP Negeri 8 Makassar). Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling Volume 1 Nomor 1 Juni 2015. Hal 66-76 ISSN: 2443-2202.
Siby, Preysi S. (2020). Fenomena Perilaku Agresif. https://manadopost. jawapost. com/opini/04/11/2020/perilaku-agresif/.
Subqi, I. (2019). Perilaku Agresif Remaja dalam Tinjauan Pola Asuh Keagamaan Orang Tua di Desa Baleadi Pati. Indonesian Journal of Islamic Psychology Volume 1. Number 2, December 2019 website: http://e-journal.iainsalatiga.ac.id/index.php/ijip/index.
Sunanto, J., Takeuchi, K., Nakata, H. (2005). Pengantar Penelitian dengan Subyek Tunggal. University Of Tsukuba.
Susantyo, B. (2011). Memahami Perilaku Agresif: Sebuah Tinjauan Konseptual. Informasi, Vol. 16 No. 03 Tahun 2011.