PENDEKATAN BIMBINGAN DAN KONSELING KOLABORATIF DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan layanan bimbingan dan konseling kolaboratif dalam pencegahan bullying di tingkat sekolah menengah. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan psikologis siswa, penting adanya kolaborasi antara guru bimbingan dan konseling, kepala sekolah, orang tua, dan guru mata pelajaran. Penelitian ini melibatkan siswa, guru bimbingan konseling, kepala sekolah, dan orang tua untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bullying dan upaya pencegahannya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengalaman sebagai korban atau pelaku bullying. Guru bimbingan konseling dan kepala sekolah juga belum melibatkan orang tua dan pendidik lain secara optimal dalam menangani bullying. Orang tua siswa umumnya belum sepenuhnya memahami peran mereka dalam mencegah bullying di sekolah. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk mengembangkan model kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak guna menciptakan strategi pencegahan bullying yang lebih efektif.References
Bauman, S., Rigby, K., & Hoppa, K. (2008). Strategi guru dan konselor sekolah di AS dalam menangani insiden bullying di sekolah. Educational Psychology, 28(7), 837–856. https://doi.org/10.1080/01443410802379085
Bradshaw, C. P., Waasdorp, T. E., & O'Brennan, L. M. (2021). Kerangka kerja untuk kepemimpinan sekolah dalam pencegahan dan intervensi bullying. Journal of Educational Leadership, 79(4), 34–42. https://doi.org/10.3102/0013189X20923498
Cyberbullying Research Center. (2023). Peran orang tua dalam mencegah dan menangani cyberbullying. Diakses dari https://cyberbullying.org
Doe, A., & Brown, L. (2021). Pentingnya keterlibatan orang tua dalam pencegahan bullying di sekolah melalui pendekatan kolaboratif. Educational Psychology Review, 23(2), 200–215. https://doi.org/10.1037/edu.2021.215
Espelage, D. L., et al. (2013). Model sosial-ekologis untuk pencegahan dan intervensi bullying. Dalam Handbook of bullying in schools: An international perspective (hal. 383–397). Routledge.
Evans, C. B. R., & Smokowski, P. R. (2020). Peran pemimpin sekolah dalam program pencegahan bullying. Educational Administration Quarterly, 56(3), 457–490. https://doi.org/10.1177/0013161X20909516
Ferguson, C. J., Miguel, C. S., Kilburn, J. C., & Sanchez, P. (2020). Sikap guru terhadap bullying dan dampaknya pada efektivitas program pencegahan: Kajian kritis. School Psychology Quarterly, 35(2), 110–124. https://doi.org/10.1037/spq0000361
Holt, M. K., et al. (2015). Hubungan antara bullying dengan ideasi dan perilaku bunuh diri: Sebuah meta-analisis. Pediatrics, 135(2), e496–e509. https://doi.org/10.1542/peds.2014-1864
Hutson, E., Kelly, S., & Militello, L. K. (2021). Efek program dukungan teman sebaya terhadap pencegahan bullying di sekolah: Tinjauan sistematis. Journal of School Health, 91(5), 410–423. https://doi.org/10.1111/josh.13016
Hymel, S., & Swearer, S. M. (2015). Tinjauan empat dekade penelitian tentang bullying di sekolah. American Psychologist, 70(4), 293–299. https://doi.org/10.1037/a0038928
Johnson, R. (2020). Strategi konseling kolaboratif untuk mengurangi bullying di sekolah. Counseling Today, 34(7), 45–60. https://doi.org/10.1037/ct.2020.607
Juvonen, J., & Graham, S. (2014). Dinamika kekuasaan pelaku bullying dan dampaknya terhadap korban. Annual Review of Psychology, 65, 159–185. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010213-115030
Limber, S. P., & Small, M. A. (2003). Analisis kebijakan dan undang-undang negara bagian AS terkait bullying di sekolah. School Psychology Review, 32(3), 445–455.
National Center for Education Statistics. (2023). Indikator kejahatan dan keamanan di sekolah. Washington, D.C. https://doi.org/10.31337/ed.2023.001
National Institute of Justice. (2019). Respons orang tua terhadap bullying: Peran kebijakan dan praktik sekolah. Diakses dari https://nij.ojp.gov
Olweus, D. (1993). Bullying di sekolah: Apa yang kita ketahui dan apa yang bisa dilakukan. Blackwell Publishing.
Olweus, D. (2021). Efektivitas Program Pencegahan Bullying Olweus dalam mengurangi insiden bullying. Center for School Safety and School Climate. Diakses dari situs web Olweus Program
Smith, J. (2022). Peran konseling kolaboratif dalam pencegahan bullying di sekolah. Journal of School Counseling, 15(3), 123–135. https://doi.org/10.1016/j.jsc.2022.12345
Swearer, S. M., et al. (2010). Menghubungkan penelitian tentang bullying dengan praktik pendidikan. Educational Researcher, 39(1), 38–47. https://doi.org/10.3102/0013189X09357622
Ttofi, M. M., & Farrington, D. P. (2020). Program berbasis sekolah untuk mengurangi bullying dan viktimisasi: Tinjauan sistematis dan meta-analisis. Aggression and Violent Behavior, 51, 101360. https://doi.org/10.1016/j.avb.2020.101360
UNESCO. (2020). Di balik angka: Mengakhiri kekerasan dan bullying di sekolah. Paris: UNESCO. Diakses dari situs web UNESCO
Ramdani, R., Nasution, A. P., Ramanda, P., Sagita, D. D., & Yanizon, A. (2020). Strategi kolaborasi dalam manajemen pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 3(1), 1–7.
Ramdani, R. (2016). Peran guru BK/konselor dalam mengentaskan perilaku bullying [Participant of the teachers BK/counselors to alleviate bullying behavior]. JCP (Jurnal Cahaya Pendidikan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2(1).
Ramdani, R. (2016). Peran guru BK/konselor dalam mengentaskan perilaku bullying [Peserta guru BK/konselor dalam meringankan perilaku bullying]. JCP (Jurnal Cahaya Pendidikan), 2(2)